Alunan Merdu Marawis Dari Balik Jeruji Lapas Pekanbaru
Informasi Publik | Pekanbaru – Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru tampak ramai dan riuh dengan alunan merdu alat music Marawis. Masing-masing warga binaan duduk bersila memegang alat musik yang terbuat dari bahan kayu dan kulit lembu itu. Bahkan, Ada yang memainkan simbal dan diikuti vokalis dari salah seorang dalam grup marawis. Emang Hari ini tengah dilakukan latihan Marawis oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pekanbaru. Kegiatan latihan Marawis dilatih oleh Instruktur profesional, latihan dilaksanakan dua kali dalam seminggu di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (29/01/2026).
Alat music Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara Timur Tengah dan Betawi, music tersebut memiliki unsur religi yang kental. Berbagai lirik lagu yang dibawakan merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta alam semesta raya. Marawis merupakan kesenian bernuansa Islami yang berkembang di Tangerang, Banten. Aslinya, kesenian ini berasal dari tradisi Muslim yang dibawa oleh Bangsa Yaman.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melalui Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasi Binadik) Angki Setyo Andrianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan keagamaan dan kesenian yang ada di Lapas Pekanbaru. Meskipun berada di balik tembok Lapas, tidak membuat warga binaan Lapas Pekanbaru terkucil dan tidak bisa mengembangkan kemampuan dalam bermain Marawis, sebaliknya justru warga binaan memiliki motivasi yang tinggi karena kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan minat, dan bakat warga binaan Lapas Pekanbaru.
“Latihan ini sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar kegiatan pengisi waktu luang saja, akan tetapi harus dapat dimaknai lebih mendalam lagi. Dimana kata dan syair yang diucapkan dalam melantunkan lagu lagunya punya makna religi yang mendalam tentang kebesaran sang pencipta,” ucap Angki.
“Mudah mudahan kegiatan ini menjadikan Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi insan yang bertaqwa, dan semakin dekat dengan allah swt. Semoga hal ini dapat menambah Khasanah Islamiyah di Lapas Pekanbaru, serta dapat menjadi bekal ketrampilan bermain Marawis bagi Warga Binaan Pemsyarakatan,” tambah Angki.
Editor: Gurgur Saut
Komentar
Posting Komentar